Dakhlan’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

KUMPULAN CERITA LUCU

Download Musik Indonesia


Download Komik Naruto

Nonton Video Youtube

Humor

Mahkota Hayam Wuruk

Suatu hari disebuah kelas sedang pelajaran sejarah dan seorang guru melakukan tanya jawab terhadap salah seorang muridnya.

Guru: “Budi,dimana hayam wuruk diberi mahkota?”

Budi: “Di kepala,pak!”

Guru: “Iya dikepala,tapi dimana ia mendapatkannya?”

Budi: “Di rumahnya pak!”

Guru: “Iya,tapi rumahnya di mana?”

Budi: “Wah gak tau pak, soalnya saya gak kenal sama dia.”

Guru: “Saya kayaknya bakal ajak kamu kerumah hayam wuruk biar kamu dijitakin sama dia!!!!!!”

Tips Menghindari Kehilangan Sendal

1. Hindari memakai sendal yang bermerk sangat terkenal seperti Nike, Adidas, Neckerman, dan Carvil. Pakailah sendal yang bermerk agak terkenal seperti Mike, Aqidas, Nyeckerman, dan Criwil.

2. Jika Anda harus ke suatu tempat yang mengharuskan menanggalkan sendal Anda, taruhlah sendal pada posisi yang agak berjauhan. Cara ini akan membuat calon maling sendal menjadi bingung karena ia hanya menemukan satu sendal pada satu tempat. Contoh, jika Anda salat di Masjid UI, taruhlah satu sendal di depan Masjid UI dan satunya lagi di samping Masjid…UNCEN!

3. Belilah sendal yang multi fungsi. Contoh, belilah sendal yang dapat berfungsi sebagai telepon seluler. Sehingga ketika Anda terpaksa harus melepaskan sendal, Anda masih bisa membawanya alih-alih untuk menerima telepon atau SMS. Tapi ingat! Nonaktifkanlah sendal Anda ketika ada acara penting atau ketika Khatib Shalat Jum’at sedang berkhutbah.

4. Gunakanlah sendal yang berbeda untuk kaki kanan dan kaki kiri Anda. Contoh, gunakanlah sendal berukuran 37 berwarna pink berbunga matahari dan berpita ungu pada kaki kiri, dan gunakanlah sendal berukuran 45 berwarna hitam bermotif paku perak dan beraksesoris tengkorak pada kaki kanan.

5. Jika semua cara telah dilakukan, cobalah untuk beralih menggunakan sepatu. Penelitian terakhir menyebutkan bahwa sebagus dan semahal apapun sepatu yang Anda pakai, Anda tak akan kehilangan sendal Anda.

Strategi Jualan Sayuran

Tukang Sayur : “Sayur…,sayur…beli sayur bu ?”

Bu RT : “Ada kacang panjang ?”

Tukang Sayur : “Ada banyak bu, silahkan pilih.”

Bu RT : “Seikat berapa bang ?”

Tukang Sayur : “3000 perak bu.”

Bu RT : “Kacang panjang banyak bekas dimakan ulat begini kok mahal banget ?”

Tukang Sayur : “Ooh, kalau mau cari yang murah, pilihnya di rak bawah ini semua masih mulus-mulus dijamin tidak ada bekas ulat.”

Bu RT : “Lebih murah…?”

Tukang Sayur : “Ya bu, memang dijual murah lha ulatnya aja kagak doyan makan yang itu.”

Bu RT : “???!!!…kalau gitu saya beli yang banyak bekas ulatnya deh.”

Tukang Sayur : ….. (kena deh….laku lagi)

Belum Lima Menit

Seorang nenek menyeberangi jalan raya, tau-taunya beliau ketabrak mobil angkot, hingga menyebabkan semua anggota badan beliau lepas.

Sang nenek berdiri dan mencoba memasangkan kembali bagian anggota tubuh yang terlepas tadi.

Sang sopir kaget dan mencoba menghampiri sang nenek, serta bertanya :

Sopir : “Nek, kenapa diambil lagi bagian-bagian tubuhnya?”

Nenek : “Belum lima menit cu!.”

Sopir : “Haaa…???!!!???”

Penemuan Mayat Nelayan

Sebuah stasiun TV Swasta meliput pada Awal Bulan Januari 2009 Petugas Polairud telah menemukan sosok mayat laki-laki yang dinyatakan hilang oleh Keluarganya sekitar satu tahun yang lalu,

Pada saat korban sedang melaut, ditemukan tubuh korban dalam keadaan utuh hanya pakaian yang digunakan sudah hancur.

Aneh…… hasil penyelidikan diperoleh keterangan dari saksi (teman korban sesama Nelayan) bahwa sebelum berangkat melaut korban menyiapkan 2 botol air mineral berukuran 1,5 liter yang berisi air minum dan cairan pengawet ikan.

Beberapa saat setelah korban melaut terjadi badai dan ombak besar, sejak saat itu korban tidak kembali dan dinyatakan hilang.

Utuhnya tubuh korban diduga sebelum terkena badai korban salah minum bukan minum air tetapi minum cairan pengawet ikan yang lebih dikenal dengan formalin. Hal tersebut dikuatkan dari hasil otopsi dokter.

Jangan Baca Halaman Terakhir

Suatu hari Bedu mampir ke sebuah toko buku yang sudah tua, agak remang-remang dan pengunjungnya jarang, suasananya sedikit angker. Toko itu hanya dijaga oleh seorang kakek yang sudah tua sekali.

Bedu adalah penggemar cerita horor, jadi buku yang dia cari ya cerita-cerita horor. Setelah dicari-cari, ketemulah buku yang berisi kumpulan cerita horor. Tanpa pikir panjang Bedu langsung menuju kasir untuk membayar.

Bedu : ”Yang ini berapa harganya?”

Kakek : ”Sembilan puluh ribu nak”

Bedu : ”Waduh, mahal bener kek, padahal bukunya tipis gini?”

Kakek : ”Kalau tidak ingin beli, kembalikan saja bukunya”

Bedu : (Kata Bedu dalam hati) ”Waduh, mana duitku pas-pasan lagi”.

Tapi karena sudah niat sekali, akhirnya Bedu membeli buku itu juga. Setelah membayar Bedu langsung keluar dari toko, namun baru sampai di pintu toko kakek itu memanggil Bedu,

Kakek : ”Nak, jangan coba-coba membuka halaman terakhir dari buku itu kalau tidak ingin menyesal nantinya”

Bedu merinding dan hanya bisa menelan ludah saja tanda kaget lalu segera ia meninggalkan toko buku yang angker itu.

Tengah malam, tiba-tiba hujan turun deras sekali disertai petir yang menggelagar dan angin kencang membuat jendela kamar Bedu terbuka.

Angin kencang yang bertiup masuk ke kamar Bedu membuatnya terbangun dari tidurnya. Angin itu juga membuat buku horor yang dibelinya tadi siang membalikkan halamannya satu demi satu dengan cepat.

Teringat ucapan kakek penjaga toko, Bedu langsung menahan buku itu agar tidak membalikkan halaman lagi, namun apa daya halaman terakhir dari buku itu sudah terbuka.

Bedu ketakutan dan dengan pelan-pelan ia ingin melihat isi dari halaman terakhir itu. Isi dari halaman terakhir dari buku itu adalah:

”KUMPULAN CERITA-CERITA HOROR.. SELESAI… DAPATKAN JUGA KOLAKSI-KOLEKSI CERITA HOROR LAINNYA DI TOKO BUKU KESAYANGAN ANDA, HANYA SEHARGA Rp. 15.000,- ”

Rasa Kencing Manis

Waktu kuliah ilmu penyakit dalam di sebuah fakultas kedokteran, sang profesor masuk kelas dengan membawa sebuah gelas berisi cairan berwarna kekuningan.

“Nah anak-anak semua, hari ini kita akan kuliah mengenai penyakit diabetes mellitus, atau sering disebut kencing manis” kata si prof.

“Tuh botol isinya apaan prof ?” seorang mahasiswa nanya.

“Tebak aja. Tahu kan kenapa disebut kencing manis ?” jawab si prof.

“Tahu dong prof. Katanya air seni penderita diabetes itu manis ya prof?” jawab si mahasiswa tadi.

“Katanya.. Udah pernah coba belum ?” tantang si prof.

“Eh .. Uhm … ehhm… belom.” si mahasiswa menjawab takut-takut.

“Nah, gelas ini isinya air seni orang diabetes. Saya cobain dulu, ntar abis saya gantian satu kelas cobain yah ..”

Para mahasiswa melihat si prof dengan tenang mencelupkan sebuah jarinya ke dalam botol, lalu tampak si prof menjilat.

“Nah, saya sudah coba, sekarang kamu gantian cobain deh.”

Mau nggak mau, karena udah dicontohin, para mahasiswa mencoba satu demi satu. Dan mereka setuju, memang agak manis rasanya.

“Bener prof … hkk hkkk emang agak manis rasanya … “

“Nah udah coba semuaa….?” tanya prof.

“Udaaaahhhhhh …. “

Lalu si prof mulai ngasih kuliah tentang penyakit diabetes dan lain-lain. Pas udah mau habis.

“Nah sebelum saya keluar ada sedikit info lagi nih”

“Kalian tadi memperhatikan nggak, kalau saya mencelupkan jari tengah, tapi saya menjilat jari telunjuk …. “

?!@#@#$$@

Polisi Marah Dengan Anak yang Bodoh

Ada seorang anak bernama Ponidi.Dia terkenal sangat bodoh. Suatu hari Ponidi disuruh ibunya jualan ayam ke pasar.

Karena tau kalo anaknya itu bodoh, Ibu pun memberinya nasehat.

“Jika ada yang bertanya siapa kamu, jawabnya anak mak sarimah, jika ada yang bertanya apa yang kamu bawa, jawabnya seekor ayam, jika ada yang menawarkan dengan harga murah, jawabnya sebegitu belum cukup, dua kali lipatnya.. jika orang itu mau beli, jawabnya iya..”

di perjalanan Ponidi bertemu dengan seorang polisi

Polisi : “Apa yang kamu bawa?”
Ponidi : “Anak mak sarimah..”

Polisi mulai berang

Polisi : “Kamu tau siapa saya?”
Ponidi : “Seekor AYAM..”

Polisi marah

Polisi : “Kurang ajar kamu ya!! ku tampar kamu 2 kali ya!!”
Ponidi : “Sebegitu belum cukup.. dua kali lipatnya..”

Polisi pun menampar dia 4 kali

Polisi : “Masih mau ditampar??!!”
Ponidi : “IYA”
Polisi : “????!!!?”

Salah Tulis Nama

Dua pemuda memutuskan untuk pulang melewati kuburan guna mempersingkat jalan. Untuk menghilangkan rasa taut, mereka menyusuri kiburan tersebut sambil bercerita dan tertawa-tawa.

Tiba-tiba di tengah kuburan mereka mendengar suara orang mengetuk-ngetuk batu degnan pahat. mereka diam karena takut dan coba mendengarkan dari mana datangnya suara itu.

Ternyata ada seorang tua yang sedang memahat batu nisan. ” Hai Pak Tua, Bapak ngagetin kami aja, kami kira hantu. Apa yang Bapak kerjakan malam – malam begini?”

Tanpa menoleh kepada kedua pemuda ini, si Pak Tua ngedumel, ” Orang -orang bodoh itu…. mereka salah menulis nama saya …..”

Main Hakim Rame-Rame

Seorang pencuri tertangkap. Ia dipukuli oleh orang yang menangkapnya. Tak berapa lama datang segerombolan orang yang dipimpin oleh pak RT.

“Stop, stop, stop!! Ada apa ini?” tanya pak RT

Sambil terengah-engah orang yang memukuli tadi bilang: “Dia pencuri, Pak. Dia telah mencuri HP istri saya. Dia harus dihajar, pak. Biar kapok!”

“Tunggu dulu,” kata Pak RT, “apa kamu yakin dia benar-benar yang telah mencuri HP istrimu?”

“Benar, Pak. Saya melihatnya sendiri. Saya yang sempat memergokinya mencuri,” kata orang itu.

“Tapi kamu tidak boleh main hakim sendiri. Itu melanggar hukum. Dari pada kamu main hakim sendiri lebih baik…..Ayo kita MAIN HAKIM RAME-RAME!! Ayo pukuuuull…..”

Maka segerombolan orang itu memukuli maling hingga babak belur.

September 18, 2008 - Posted by | Uncategorized

2 Komentar »

  1. lucu .
    haha .😀

    Komentar oleh ceue | Maret 18, 2009 | Balas

  2. lucu bener!

    Komentar oleh restri | Juni 8, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: